POPMuda.id – Shalat Witir adalah salah satu ibadah sunnah yang sangat dianjurkan dalam Islam, berfungsi sebagai penutup dari shalat-shalat yang dilakukan umat Muslim dalam satu hari. Meskipun dikenal sebagai penutup shalat malam, pelaksanaannya tidak selalu harus menunggu hingga akhir malam, melainkan bisa juga dikerjakan setelah Shalat Isya hingga menjelang waktu Subuh.
Setelah menyelesaikan rangkaian Shalat Witir, terdapat doa-doa khusus yang diajarkan oleh Rasulullah ﷺ, melengkapi kesempurnaan ibadah dan memperkuat ikatan seorang hamba dengan Tuhannya. Doa-doa ini bukan sekadar rangkaian kata, melainkan mengandung permohonan, pujian, dan pengagungan kepada Allah SWT yang memiliki keutamaan besar bagi yang mengucapkannya.
Mengenal Shalat Witir dan Kedudukannya
Shalat Witir secara bahasa berarti ganjil, merujuk pada jumlah rakaatnya yang selalu ganjil, yaitu satu, tiga, lima, tujuh, sembilan, atau sebelas rakaat. Ibadah ini memiliki kedudukan yang sangat istimewa, bahkan Rasulullah ﷺ tidak pernah meninggalkannya baik saat mukim maupun dalam perjalanan.
Pelaksanaan Shalat Witir dapat dilakukan setelah Shalat Isya hingga fajar shadiq, yang merupakan batas akhir untuk mengerjakan ibadah tersebut. Fleksibilitas waktu ini memudahkan umat Muslim untuk senantiasa melaksanakan sunnah yang agung ini sesuai dengan kondisi dan kesanggupan mereka.
Waktu Pelaksanaan Shalat Witir
Waktu pelaksanaan Shalat Witir dimulai setelah Shalat Isya dan berakhir sebelum masuk waktu Shalat Subuh. Meskipun demikian, waktu yang paling utama untuk melaksanakannya adalah pada sepertiga malam terakhir, sebagaimana yang sering dicontohkan oleh Rasulullah ﷺ.
Hal ini karena pada sepertiga malam terakhir, Allah SWT turun ke langit dunia dan mengabulkan doa-doa hamba-Nya yang memohon, menjadikannya momen yang sangat mustajab untuk bermunajat dan mendekatkan diri kepada-Nya.
Pentingnya Doa Setelah Shalat Witir
Doa adalah inti dari ibadah, jembatan komunikasi antara seorang hamba dengan Sang Pencipta, dan dianjurkan untuk dilakukan setelah setiap ibadah fardhu maupun sunnah. Setelah Shalat Witir, terdapat beberapa doa khusus yang diajarkan, yang berfungsi sebagai pelengkap dan penyempurna ibadah yang telah dilakukan.
Mengucapkan doa-doa ini menunjukkan kerendahan hati seorang hamba, pengakuan akan kebesaran Allah, serta permohonan ampunan dan perlindungan-Nya. Doa setelah Witir merupakan wujud syukur atas kesempatan beribadah dan harapan agar amal diterima di sisi Allah SWT.
Bacaan Doa Setelah Shalat Witir dan Artinya
Terdapat beberapa riwayat mengenai doa yang dibaca setelah Shalat Witir, yang semuanya mengandung makna mendalam tentang pengagungan, permohonan ampun, dan perlindungan kepada Allah SWT. Berikut adalah beberapa bacaan doa yang populer dan dianjurkan:
1. Bacaan Tasbih Setelah Witir
Setelah salam Shalat Witir, disunnahkan untuk membaca tasbih sebanyak tiga kali, yang berbunyi:
سُبْحَانَ الْمَلِكِ الْقُدُّوسِ
“Subhanal Malikil Quddus”
Artinya: “Maha Suci Raja Yang Maha Suci.” Bacaan ini diulang sebanyak tiga kali, dengan suara yang agak ditinggikan pada bacaan yang ketiga, sebagai bentuk pengagungan yang luar biasa terhadap keagungan Allah SWT.
2. Doa Utama Setelah Witir
Setelah tasbih di atas, dilanjutkan dengan doa yang lebih panjang dan komprehensif, sebagaimana yang diriwayatkan dari Aisyah RA:
اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِرِضَاكَ مِنْ سَخَطِكَ وَبِمُعَافَاتِكَ مِنْ عُقُوبَتِكَ وَأَعُوذُ بِكَ مِنْكَ لَا أُحْصِي ثَنَاءً عَلَيْكَ أَنْتَ كَمَا أَثْنَيْتَ عَلَى نَفْسِكَ
“Allahumma inni a’udzu bi ridhaaka min sakhatika, wa bi mu’afaatika min ‘uquubatika, wa a’udzu bika minka la uhshi tsanaa’an ‘alaika, anta kamaa atsnaita ‘ala nafsika.”
Artinya: “Ya Allah, aku berlindung dengan ridha-Mu dari murka-Mu, dan dengan ampunan-Mu dari siksa-Mu. Aku berlindung kepada-Mu dari (siksa-Mu). Aku tidak mampu menghitung pujian atas-Mu, Engkau adalah sebagaimana Engkau memuji diri-Mu sendiri.” Doa ini menunjukkan kerendahan diri hamba dan pengakuan bahwa hanya Allah-lah satu-satunya tempat berlindung.
3. Doa Tambahan yang Dianjurkan
Ada juga doa lain yang sering dianjurkan setelah Witir, meskipun tidak secara eksplisit disebut sebagai bagian wajib dari doa Witir itu sendiri, namun sangat baik untuk diamalkan:
اللَّهُمَّ إِنَّا نَسْأَلُكَ إِيمَانًا دَائِمًا، وَقَلْبًا خَاشِعًا، وَلِسَانًا ذَاكِرًا، وَعِلْمًا نَافِعًا، وَعَمَلًا صَالِحًا، وَيَقِينًا صَادِقًا، وَتَوْبَةً نَصُوحًا، وَرِزْقًا حَلَالًا طَيِّبًا، وَتَوْفِيقًا لِلْخَيْرَاتِ، وَجَنَّاتِ النَّعِيمِ
“Allahumma inna nas’aluka imanan da’iman, wa qolban khosyi’an, wa lisanan dzakiron, wa ‘ilman nafi’an, wa ‘amalan sholihan, wa yaqinan shodiqon, wa taubatan nashuhan, wa rizqon halalan thoyyiban, wa taufiqon lil khoyroti, wa jannatin na’im.”
Artinya: “Ya Allah, sesungguhnya kami memohon kepada-Mu keimanan yang kekal, hati yang khusyuk, lisan yang senantiasa berdzikir, ilmu yang bermanfaat, amal yang saleh, keyakinan yang benar, taubat yang murni, rezeki yang halal dan baik, taufik untuk kebaikan, dan surga yang penuh kenikmatan.” Doa ini mencakup permohonan untuk berbagai kebaikan dunia dan akhirat.
4. Doa Mohon Ditetapkan Iman
Setelah itu, umat Muslim juga dianjurkan untuk membaca doa memohon keteguhan iman:
يَا مُقَلِّبَ الْقُلُوبِ ثَبِّتْ قَلْبِي عَلَى دِينِكَ
“Ya Muqallibal quluub tsabbit qolbi ‘ala dinika.”
Artinya: “Wahai Dzat yang membolak-balikkan hati, teguhkanlah hatiku di atas agama-Mu.” Doa ini penting untuk selalu menjaga keistiqamahan dalam beribadah dan menjauhi kemaksiatan, mengingat hati manusia yang mudah berubah.
Makna Mendalam Doa Setelah Shalat Witir
Setiap lafadz dalam doa setelah Shalat Witir mengandung makna filosofis dan spiritual yang mendalam, mencerminkan pemahaman tentang tauhid dan tawakal. Doa ini mengajarkan kepada kita tentang pentingnya berlindung hanya kepada Allah dari segala bentuk murka dan siksa-Nya, serta mengakui bahwa segala puji hanya milik-Nya.
Bagian “Aku tidak mampu menghitung pujian atas-Mu, Engkau adalah sebagaimana Engkau memuji diri-Mu sendiri” merupakan pengakuan akan keterbatasan manusia dalam mengagungkan Allah. Ini adalah ekspresi kerendahan hati yang paling dalam di hadapan Dzat Yang Maha Sempurna.
Keutamaan dan Manfaat Mengamalkan Doa Setelah Shalat Witir
Mengamalkan doa setelah Shalat Witir memiliki banyak keutamaan dan manfaat, baik di dunia maupun di akhirat, yang dapat dirasakan oleh setiap Muslim yang mengerjakannya dengan ikhlas. Amalan ini bukan sekadar rutinitas, melainkan sarana untuk mempererat hubungan spiritual dengan Allah SWT.
Salah satu keutamaannya adalah mendapatkan pahala yang besar, karena mengikuti sunnah Rasulullah ﷺ yang sangat konsisten dalam melaksanakan dan mengajarkan doa ini. Doa ini juga menjadi penutup ibadah harian yang sempurna, mengakhiri hari dengan munajat dan harapan akan ridha Allah.
1. Mendapatkan Perlindungan dari Allah SWT
Dengan membaca doa ini, seorang hamba memohon perlindungan dari murka dan siksaan Allah, serta dari segala bentuk keburukan yang datang dari-Nya (atas kehendak-Nya). Ini adalah bentuk tawakal dan penyerahan diri yang total kepada Sang Pencipta, pengakuan bahwa hanya Dia yang mampu memberi perlindungan hakiki.
Perlindungan ini mencakup perlindungan dari godaan setan, dari musibah, dan dari dosa-dosa yang dapat menjerumuskan. Dengan demikian, hati akan menjadi lebih tenang dan tentram karena merasa selalu dalam naungan Allah.
2. Bentuk Pengakuan dan Pengagungan kepada Allah
Lafadz “Subhanal Malikil Quddus” dan bagian doa yang lain adalah bentuk pengakuan akan kebesaran dan kesucian Allah SWT, serta pengagungan yang tulus dari seorang hamba. Mengulang-ulang pujian ini memperkuat keyakinan dan keimanan, sekaligus mengingatkan diri akan posisi manusia sebagai makhluk yang lemah.
Pengagungan ini juga memurnikan niat dalam beribadah, menjauhkan diri dari riya’ dan kesombongan, karena hanya Allah-lah yang pantas dipuji dan diagungkan dalam segala kondisi dan kesempatan.
3. Sarana Memperkuat Keimanan
Doa yang berisi permohonan keimanan yang kekal dan hati yang khusyuk secara langsung berkontribusi pada penguatan akidah seorang Muslim. Melalui doa ini, seorang hamba menyadari kebutuhannya akan petunjuk dan keteguhan iman dari Allah SWT.
Rutinitas mengulang doa ini akan membentuk karakter spiritual yang lebih kokoh, menjadikan iman tidak mudah goyah oleh godaan duniawi atau cobaan hidup. Ini adalah investasi spiritual jangka panjang.
4. Memperoleh Ilmu yang Bermanfaat dan Amal Saleh
Dalam doa tambahan, kita memohon ilmu yang bermanfaat dan amal yang saleh, yang merupakan dua pilar penting dalam kehidupan seorang Muslim. Ilmu yang bermanfaat akan membimbing seseorang menuju kebenaran, sementara amal saleh akan menjadi bekal di akhirat.
Permohonan ini menunjukkan kesadaran akan pentingnya menyeimbangkan antara aspek intelektual dan praktis dalam beragama, sehingga ilmu yang diperoleh tidak hanya sebatas teori namun juga diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari.
5. Dikabulkannya Permohonan
Mengingat Shalat Witir adalah penutup ibadah harian dan sering dikerjakan pada sepertiga malam terakhir, waktu ini dikenal sebagai waktu mustajab. Doa yang dipanjatkan setelah Shalat Witir memiliki peluang lebih besar untuk dikabulkan oleh Allah SWT, asalkan dilakukan dengan ikhlas dan penuh keyakinan.
Allah berjanji akan mengabulkan doa hamba-Nya yang bersungguh-sungguh, dan momen setelah Shalat Witir adalah salah satu waktu terbaik untuk memanjatkan permohonan dan hajat kepada-Nya.
Adab dan Etika Berdoa Setelah Shalat Witir
Agar doa yang dipanjatkan lebih makbul dan mendapatkan keberkahan, terdapat beberapa adab dan etika yang sebaiknya diperhatikan oleh seorang Muslim. Adab ini bukan hanya memperindah cara berdoa, tetapi juga menunjukkan keseriusan dan kerendahan hati dalam bermunajat.
Memahami dan mengamalkan adab ini akan meningkatkan kualitas spiritual doa, menjadikannya lebih dari sekadar rutinitas lisan. Berikut adalah beberapa adab yang penting untuk diperhatikan saat berdoa setelah Shalat Witir.
1. Menghadap Kiblat
Sebagaimana dalam shalat, menghadap kiblat saat berdoa adalah adab yang dianjurkan, menunjukkan arah penyembahan yang sama kepada Allah SWT. Meskipun tidak wajib, posisi ini membantu memfokuskan hati dan pikiran kepada Allah.
Arah kiblat juga melambangkan persatuan umat Islam di seluruh dunia dalam menyembah Tuhan yang sama, menambah kekhusyukan dalam bermunajat.
2. Mengangkat Kedua Tangan
Mengangkat kedua tangan saat berdoa adalah sunnah yang diajarkan oleh Rasulullah ﷺ, sebagai tanda kerendahan hati dan permohonan kepada Allah SWT. Posisi tangan yang diangkat melambangkan sikap mengharap dan menengadah kepada Dzat Yang Maha Pemberi.
Rasulullah ﷺ bersabda, “Sesungguhnya Allah itu Maha Pemalu dan Maha Dermawan, Dia malu jika seorang hamba mengangkat kedua tangannya kepada-Nya, lalu Dia mengembalikannya dalam keadaan kosong (tidak dikabulkan).”
3. Memuji Allah dan Bershalawat kepada Nabi
Sebelum memanjatkan permohonan, dianjurkan untuk memulai doa dengan memuji Allah SWT dan bershalawat kepada Nabi Muhammad ﷺ. Pujian kepada Allah dapat berupa membaca Asmaul Husna atau kalimat-kalimat tasbih, tahmid, dan takbir.
Shalawat kepada Nabi Muhammad ﷺ adalah bentuk penghormatan dan kecintaan kepada beliau, yang menjadi perantara turunnya syariat Islam kepada kita. Memulai doa dengan pujian dan shalawat akan membuka pintu rahmat Allah dan membuat doa lebih mudah dikabulkan.
4. Berdoa dengan Khusyuk dan Penuh Keyakinan
Kekhusyukan adalah kunci utama dalam berdoa, di mana hati dan pikiran sepenuhnya tertuju kepada Allah SWT, menjauhkan diri dari segala bentuk gangguan dan pikiran duniawi. Keyakinan yang kuat bahwa Allah akan mengabulkan doa juga sangat penting, karena Allah berfirman, “Aku adalah sebagaimana prasangka hamba-Ku kepada-Ku.”
Keyakinan ini akan membuahkan ketenangan dan keikhlasan dalam berdoa, sehingga doa tidak hanya menjadi serangkaian ucapan, melainkan munajat tulus dari lubuk hati yang terdalam.
5. Mengulang Doa Beberapa Kali (Ganjil)
Beberapa riwayat menunjukkan bahwa Rasulullah ﷺ terkadang mengulang doa tertentu sebanyak tiga kali. Mengulang doa dengan bilangan ganjil, terutama tiga kali, diyakini dapat menambah kekuatan permohonan dan menunjukkan keseriusan hamba dalam memohon kepada Tuhannya.
Namun, hal ini bersifat anjuran dan bukan keharusan mutlak, yang terpenting adalah kekhusyukan dan keikhlasan dalam setiap lantunan doa.
Kesimpulan
Shalat Witir adalah ibadah sunnah yang sangat ditekankan dalam Islam, berfungsi sebagai penutup ibadah harian yang ganjil dan penuh berkah. Melengkapi Shalat Witir dengan doa-doa khusus setelahnya adalah amalan yang sangat dianjurkan oleh Rasulullah ﷺ, membawa banyak keutamaan dan manfaat spiritual.
Dengan memahami makna yang terkandung dalam setiap lafadz doa dan mengamalkannya dengan adab yang benar, seorang Muslim tidak hanya menyempurnakan ibadahnya tetapi juga memperkuat hubungannya dengan Allah SWT. Semoga kita semua diberi kemudahan untuk senantiasa istiqamah dalam mengamalkan sunnah yang mulia ini.
Pertanyaan Umum (FAQ)
Apa itu Shalat Witir?
Shalat Witir adalah shalat sunnah dengan jumlah rakaat ganjil (minimal satu rakaat) yang dilakukan sebagai penutup shalat malam atau shalat-shalat dalam satu hari. Ibadah ini sangat ditekankan dan memiliki banyak keutamaan dalam ajaran Islam.
Kapan waktu terbaik untuk membaca doa setelah Shalat Witir?
Doa setelah Shalat Witir dibaca segera setelah salam penutup Shalat Witir. Meskipun demikian, waktu Shalat Witir sendiri yang paling utama adalah pada sepertiga malam terakhir, saat Allah SWT turun ke langit dunia dan mengabulkan doa hamba-Nya.
Apa saja doa yang dianjurkan setelah Shalat Witir?
Doa yang paling utama adalah membaca tasbih ‘Subhanal Malikil Quddus’ tiga kali, diikuti dengan doa ‘Allahumma inni a’udzu bi ridhaaka min sakhatika…’. Ada juga doa-doa tambahan seperti permohonan keimanan yang kekal dan keteguhan hati yang baik diamalkan.
Apa keutamaan mengamalkan doa setelah Shalat Witir?
Keutamaannya meliputi mendapatkan perlindungan dari murka dan siksa Allah, memperkuat keimanan, memperoleh ilmu yang bermanfaat dan amal saleh, serta meningkatkan peluang dikabulkannya permohonan. Ini juga menjadi bentuk pengakuan dan pengagungan kepada Allah SWT.
Apakah harus mengangkat tangan saat berdoa setelah Shalat Witir?
Mengangkat kedua tangan saat berdoa adalah sunnah yang diajarkan oleh Rasulullah ﷺ, yang melambangkan kerendahan hati dan pengharapan kepada Allah. Ini bukan suatu keharusan, namun sangat dianjurkan untuk menambah kekhusyukan dan adab berdoa.
Apakah doa setelah Shalat Witir sama dengan doa setelah Shalat Tarawih?
Secara spesifik, doa setelah Shalat Witir memiliki bacaan tersendiri seperti ‘Subhanal Malikil Quddus’ dan ‘Allahumma inni a’udzu bi ridhaaka…’. Doa setelah Shalat Tarawih umumnya lebih umum dan seringkali berisi permohonan ampunan, rahmat, dan keberkahan, meskipun banyak Muslim juga mengintegrasikan doa-doa setelah Witir jika Shalat Tarawih diikuti langsung oleh Shalat Witir.
⏰ Promo Bisa Berakhir Kapan Saja!
Harga bisa naik sewaktu-waktu.
Kalau lagi butuh, ini waktu paling tepat buat beli.






