POPMuda.id – Sholat Tarawih merupakan salah satu ibadah sunnah yang sangat dianjurkan untuk dilaksanakan selama bulan Ramadhan. Pelaksanaannya menjadi penanda datangnya bulan suci yang penuh ampunan dan keberkahan bagi umat Muslim di seluruh dunia. Memahami tata cara sholat Tarawih yang benar adalah kunci untuk meraih pahala dan kesempurnaan ibadah.
Artikel ini akan mengupas tuntas setiap aspek tata cara sholat Tarawih, mulai dari hukum, waktu, jumlah rakaat, hingga panduan praktis pelaksanaannya secara berjamaah maupun sendiri. Pembahasan ini diharapkan dapat menjadi rujukan lengkap bagi umat Islam yang ingin mendalami dan mengamalkan ibadah Tarawih dengan khusyuk serta sesuai tuntunan syariat.
Mengenal Sholat Tarawih: Keutamaan dan Kedudukannya
Sholat Tarawih, secara etimologi berasal dari kata ‘tarwihatun’ yang berarti istirahat sejenak. Penamaan ini merujuk pada kebiasaan para sahabat Nabi Muhammad SAW untuk beristirahat di setiap empat rakaat setelah melaksanakan sholat yang panjang. Ibadah ini juga dikenal sebagai Qiyam Ramadhan, yaitu sholat malam yang khusus dilaksanakan selama bulan puasa.
Hukum melaksanakan sholat Tarawih adalah sunnah muakkad, yang berarti sangat dianjurkan dan memiliki nilai pahala yang besar. Rasulullah SAW bersabda, “Barangsiapa ibadah (qiyamul lail) di bulan Ramadhan dengan iman dan mengharap pahala dari Allah, niscaya diampuni dosa-dosanya yang telah lalu.” Hadis ini menunjukkan betapa mulianya sholat Tarawih dalam pandangan agama Islam.
Waktu Pelaksanaan dan Jumlah Rakaat
Waktu pelaksanaan sholat Tarawih adalah setelah sholat Isya dan berakhir hingga terbit fajar shadiq, yang menandai masuknya waktu subuh. Umumnya, sholat ini dimulai segera setelah sholat Isya berjamaah selesai di masjid-masjid. Pelaksanaan pada awal malam lebih diutamakan agar umat Muslim dapat istirahat yang cukup sebelum sahur.
Mengenai jumlah rakaat, terdapat dua pendapat yang umum diamalkan di kalangan umat Islam. Pendapat pertama adalah 20 rakaat Tarawih ditambah 3 rakaat sholat Witir, sehingga totalnya 23 rakaat. Pendapat ini banyak diikuti di sebagian besar negara Muslim, termasuk Indonesia, dan berlandaskan pada praktik yang banyak dilakukan para sahabat dan ulama.
Pendapat kedua adalah 8 rakaat Tarawih ditambah 3 rakaat sholat Witir, sehingga totalnya 11 rakaat. Pendapat ini merujuk pada beberapa riwayat yang menjelaskan praktik sholat malam Nabi Muhammad SAW yang tidak pernah lebih dari 11 atau 13 rakaat, baik di bulan Ramadhan maupun di luar Ramadhan. Kedua jumlah rakaat ini sama-sama memiliki dalil dan dasar syar’i yang kuat, sehingga umat Islam dapat memilih salah satu yang paling nyaman untuk dilaksanakan, dengan prioritas pada kekhusyukan dan keistiqomahan.
Persiapan Sebelum Melaksanakan Sholat Tarawih
Sebelum memulai sholat Tarawih, ada beberapa persiapan penting yang harus diperhatikan agar ibadah sah dan sempurna. Pertama dan utama adalah bersuci dari hadas kecil maupun hadas besar.
1. Berwudhu
Pastikan Anda telah berwudhu dengan sempurna. Wudhu adalah syarat sah sholat, sehingga tanpa wudhu yang benar, sholat tidak akan diterima. Periksa kembali setiap bagian tubuh yang wajib dibasuh.
2. Menghadap Kiblat
Pastikan posisi Anda menghadap kiblat, yaitu ke arah Ka’bah di Mekkah. Di masjid, arah kiblat sudah jelas ditunjukkan, namun jika sholat sendiri di rumah, Anda bisa menggunakan kompas kiblat atau aplikasi penunjuk arah.
3. Menutup Aurat
Bagi laki-laki, aurat adalah antara pusar hingga lutut. Sedangkan bagi perempuan, seluruh anggota badan kecuali wajah dan telapak tangan. Pastikan mengenakan pakaian yang bersih, rapi, dan menutup aurat dengan sempurna.
4. Niat Sholat Tarawih
Niat adalah pondasi setiap amal ibadah. Niat sholat Tarawih dilakukan di dalam hati sebelum takbiratul ihram. Lafadz niat tidak wajib diucapkan, namun banyak yang melafalkannya untuk membantu memantapkan hati. Berikut adalah contoh niat sholat Tarawih:
- Niat Sholat Tarawih Sendiri: “Usholli sunnatat Tarawihi rak’ataini mustaqbilal qiblati adaa’an lillahi ta’ala.” (Aku niat sholat sunnah Tarawih dua rakaat menghadap kiblat karena Allah Ta’ala.)
- Niat Sholat Tarawih sebagai Makmum: “Usholli sunnatat Tarawihi rak’ataini mustaqbilal qiblati adaa’an makmuman lillahi ta’ala.” (Aku niat sholat sunnah Tarawih dua rakaat menghadap kiblat sebagai makmum karena Allah Ta’ala.)
- Niat Sholat Tarawih sebagai Imam: “Usholli sunnatat Tarawihi rak’ataini mustaqbilal qiblati adaa’an imaman lillahi ta’ala.” (Aku niat sholat sunnah Tarawih dua rakaat menghadap kiblat sebagai imam karena Allah Ta’ala.)
Tata Cara Pelaksanaan Sholat Tarawih
Sholat Tarawih dilaksanakan dengan pola dua rakaat salam, yang diulang-ulang hingga mencapai jumlah rakaat yang diinginkan (8 atau 20 rakaat). Berikut adalah langkah-langkah tata cara sholat Tarawih untuk setiap dua rakaat:
Rakaat Pertama
- Takbiratul Ihram: Mengucapkan “Allahu Akbar” sambil mengangkat kedua tangan setinggi telinga (laki-laki) atau bahu (perempuan). Niat dilakukan bersamaan dengan takbir ini.
- Doa Iftitah: Membaca doa iftitah (sunnah), misalnya “Allahu Akbaru kabiiraa walhamdulillaahi katsiiraa…“
- Membaca Surat Al-Fatihah: Wajib membaca surat Al-Fatihah dengan sempurna.
- Membaca Surat Pendek: Setelah Al-Fatihah, disunnahkan membaca surat pendek dari Al-Qur’an. Pada sholat Tarawih, imam biasanya membaca surat-surat pendek secara berurutan dari belakang juz 30 atau sesuai urutan mushaf.
- Rukuk: Membungkuk dengan punggung lurus dan tangan memegang lutut, sambil membaca “Subhana Rabbiyal ‘Adzimi wa Bihamdihi” (3x).
- I’tidal: Bangun dari rukuk ke posisi berdiri tegak sambil membaca “Sami’allahu liman hamidah” dan dilanjutkan “Rabbana walakal hamd“.
- Sujud: Turun sujud dengan meletakkan dahi, hidung, kedua telapak tangan, kedua lutut, dan ujung-ujung jari kaki di lantai, sambil membaca “Subhana Rabbiyal A’laa wa Bihamdihi” (3x).
- Duduk di Antara Dua Sujud: Bangun dari sujud pertama dan duduk tegak dengan tumit kanan tegak dan telapak kaki kiri diduduki (iftirasy), sambil membaca “Rabbighfirli warhamni wajburni warfa’ni warzuqni wahdini wa’aafini wa’fu ‘anni“.
- Sujud Kedua: Kembali sujud seperti sujud pertama.
- Berdiri untuk Rakaat Kedua: Bangun dari sujud kedua untuk melanjutkan rakaat kedua.
Rakaat Kedua
- Membaca Surat Al-Fatihah: Wajib membaca surat Al-Fatihah.
- Membaca Surat Pendek: Disunnahkan membaca surat pendek setelah Al-Fatihah.
- Rukuk, I’tidal, Sujud, Duduk di Antara Dua Sujud, Sujud Kedua: Melakukan gerakan-gerakan ini sama seperti pada rakaat pertama.
- Tasyahud Akhir: Setelah sujud kedua, duduk tasyahud akhir dengan membaca “Attahiyatul mubarakatus salawatut tayyibatu lillah…” hingga “Innaka hamidum majid“.
- Salam: Mengucapkan salam dua kali, menoleh ke kanan “Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh” dan ke kiri “Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh“. Dengan salam ini, satu set dua rakaat Tarawih selesai.
Langkah-langkah di atas diulang sebanyak 4 atau 10 kali (tergantung pilihan 8 atau 20 rakaat) secara berpasangan. Antara setiap dua rakaat atau setiap empat rakaat (bagi yang 20 rakaat), biasanya terdapat jeda atau istirahat sejenak (tarwihah). Dalam jeda ini, jamaah bisa membaca dzikir, shalawat, atau doa-doa pendek.
Sholat Tarawih Berjamaah dan Sendiri
Meskipun tata cara dasar sholat Tarawih sama, terdapat sedikit perbedaan dalam pelaksanaannya antara berjamaah dan sendiri.
Pelaksanaan Berjamaah di Masjid
Sholat Tarawih berjamaah di masjid memiliki keutamaan dan pahala yang lebih besar. Ketika berjamaah, makmum wajib mengikuti setiap gerakan imam. Imam akan memimpin bacaan Al-Fatihah dan surat, sementara makmum cukup mendengarkan dan mengaminkan. Setelah selesai setiap dua rakaat, biasanya ada sesi dzikir atau ceramah singkat sebelum melanjutkan ke rakaat berikutnya. Suasana berjamaah dapat meningkatkan semangat dan kebersamaan dalam beribadah.
Pelaksanaan Sendiri di Rumah
Bagi yang tidak bisa sholat berjamaah di masjid, melaksanakan sholat Tarawih sendiri di rumah juga sangat dianjurkan. Niat sholatnya sedikit berbeda (tidak sebagai makmum atau imam). Keuntungan sholat sendiri adalah fleksibilitas waktu dan kebebasan dalam memilih surat yang akan dibaca. Anda bisa memperpanjang bacaan surat atau rukuk/sujud sesuai kemampuan. Namun, perlu diingat untuk tetap menjaga kekhusyukan dan ketertiban sebagaimana sholat berjamaah.
Sholat Witir: Penutup Ibadah Malam Ramadhan
Sholat Witir adalah sholat sunnah muakkad yang berfungsi sebagai penutup atau ganjil dari rangkaian sholat malam, termasuk Tarawih. Rasulullah SAW menganjurkan umatnya untuk menutup sholat malam dengan sholat Witir. Jumlah rakaat Witir adalah ganjil, minimal satu rakaat, namun yang paling umum dilaksanakan adalah tiga rakaat.
Tata Cara Sholat Witir Tiga Rakaat
Ada dua cara umum pelaksanaan sholat Witir tiga rakaat:
- Dua Rakaat Salam, lalu Satu Rakaat Salam: Ini adalah cara yang paling sering dipraktikkan. Anda sholat dua rakaat dengan niat Witir, lalu salam. Setelah itu, berdiri lagi untuk sholat satu rakaat dengan niat Witir, dan salam.
- Tiga Rakaat dengan Satu Salam (Tanpa Tasyahud Awal): Cara ini dilakukan dengan sholat tiga rakaat sekaligus, tanpa duduk tasyahud awal pada rakaat kedua. Langsung berdiri setelah sujud kedua rakaat kedua, lalu sholat rakaat ketiga dan diakhiri dengan tasyahud akhir serta salam.
Niat sholat Witir:
- Niat Sholat Witir Satu Rakaat: “Usholli sunnatal witri rak’atan mustaqbilal qiblati adaa’an lillahi ta’ala.“
- Niat Sholat Witir Dua Rakaat: “Usholli sunnatal witri rak’ataini mustaqbilal qiblati adaa’an lillahi ta’ala.“
- Niat Sholat Witir Tiga Rakaat (jika langsung 3 rakaat): “Usholli sunnatal witri tsalatsa raka’atin mustaqbilal qiblati adaa’an lillahi ta’ala.“
Doa Qunut Witir
Disunnahkan membaca doa Qunut Witir pada rakaat terakhir sholat Witir setelah i’tidal. Doa Qunut Witir ini biasanya dibaca pada pertengahan kedua bulan Ramadhan, namun ada juga yang membacanya sepanjang Ramadhan. Lafadz doa qunut witir adalah sebagai berikut:
“Allahummahdini fiman hadait, wa ‘aafini fiman ‘afait, wa tawallani fiman tawallait, wa baarik li fimaa a’thait, wa qini bi rahmatika syarra ma qadhait, fainnaka taqdhi wa la yuqdha ‘alaik, wa innahu la yazillu man walait, wa la ya’izzu man ‘adait, tabaarakta rabbana wa ta’alait, fa lakal hamdu ‘ala ma qadhait, astaghfiruka wa atubu ilaik, wa shallallahu ‘ala sayyidina Muhammadin nabiyyil ummiyyi wa ‘ala alihi wa shahbihi wa sallam.“
Dzikir dan Doa Setelah Sholat Tarawih dan Witir
Setelah selesai melaksanakan sholat Tarawih dan Witir, sangat dianjurkan untuk memperbanyak dzikir dan doa. Dzikir yang biasa dibaca antara lain istighfar, tasbih, tahmid, tahlil, dan takbir. Setelah itu, dilanjutkan dengan doa.
Doa Kamilin
Salah satu doa yang populer dibaca setelah sholat Tarawih dan Witir adalah Doa Kamilin. Doa ini mengandung permohonan agar Allah menerima semua amal ibadah yang telah dilakukan dan memberikan kekuatan untuk terus beribadah. Membaca Doa Kamilin merupakan tradisi yang baik untuk merenungi dan memohon keberkahan setelah penatnya ibadah.
Tips Menjaga Istiqomah dan Menghindari Kesalahan
Melaksanakan sholat Tarawih secara istiqomah sepanjang Ramadhan adalah tantangan tersendiri. Beberapa tips untuk menjaga keistiqomahan:
- Niatkan dengan Ikhlas: Perbarui niat setiap hari bahwa Anda sholat hanya karena Allah SWT.
- Jaga Kesehatan: Istirahat cukup dan makan sahur yang bergizi agar tubuh fit.
- Ajak Keluarga/Teman: Berjamaah dengan keluarga atau teman dapat saling memotivasi.
- Pilih Masjid yang Nyaman: Jika sholat berjamaah, pilih masjid yang suasana sholatnya tenang dan imamnya membaca dengan tartil.
- Pahami Arti Bacaan: Memahami arti bacaan sholat dan doa dapat meningkatkan kekhusyukan.
Beberapa kesalahan umum yang perlu dihindari:
- Terburu-buru: Melaksanakan sholat dengan terburu-buru hingga tidak tuma’ninah (tenang) dapat mengurangi pahala bahkan membatalkan sholat.
- Hanya Mengejar Jumlah Rakaat: Fokuslah pada kualitas dan kekhusyukan, bukan hanya pada jumlah rakaat yang ingin dicapai.
- Sibuk dengan Hal Lain: Hindari berbicara, bermain gawai, atau hal-hal lain yang mengganggu konsentrasi sholat, terutama saat istirahat tarwihah.
- Tidak Menjaga Kebersihan: Pastikan tempat sholat dan pakaian selalu bersih dari najis.
Penutup
Sholat Tarawih adalah anugerah spesial dari Allah SWT di bulan Ramadhan untuk hamba-Nya yang ingin meraih ampunan dan pahala berlimpah. Dengan memahami tata cara sholat Tarawih yang benar, baik 8 rakaat maupun 20 rakaat, serta melengkapinya dengan sholat Witir, seorang Muslim dapat memaksimalkan ibadah di malam-malam Ramadhan.
Semoga panduan lengkap ini dapat membantu Anda melaksanakan sholat Tarawih dengan khusyuk, sempurna, dan istiqomah. Mari manfaatkan setiap detik bulan Ramadhan untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT, memohon ampunan, dan meraih keberkahan-Nya. Selamat menunaikan ibadah sholat Tarawih!
⏰ Promo Bisa Berakhir Kapan Saja!
Harga bisa naik sewaktu-waktu.
Kalau lagi butuh, ini waktu paling tepat buat beli.






